Kamis, 28 Maret 2013

TUGAS 1 ekologi footprint



TUGAS


ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
JEJAK EKOLOGIS PRIBADI


index.jpeg



OLEH :
Ayu Devita Citra Dewi
12131011141
Ayudevitacd@ymail.com


Dosen : Prof. Dr. Supli Effendi


PROGRAM PASCASARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA HUSADA
PALEMBANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN


Sebuah pendekatan yang baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep "jejak kaki ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and Rees, 1996).
Greenpeace baru saja mendaftarkan Indonesia agar diakui sebagai pemegang rekor dunia dalam percepatan pengurangan luasan hutan. Bila Departemen Kehutanan melaporkan telah terjadi kehilangan hutan 3,8 juta hektar setiap tahunnya pada tahun 2000 hingga tahun 2003, maka bisa jadi saat ini kehilangan hutan setiap tahunnya semakin berkurang, yaitu berkisar 2,9 – 3,1 juta hektar setiap tahun, namun bukan berarti luasan hutan yang tersisa masih akan mampu mendukung kehidupan manusia di dalam dan sekitarnya.
Pada 2001 kapasitas lahan kehidupan (biocapacity) bumi hanyalah 11.3 miliar global hektar yang hanya merupakan seperempat permukaan bumi atau hanya memberi jatah paling tinggi 1,8 gha per orang. Adapun WWF (2005) pernah menghitung bahwa rata-rata per kapita jejak ekologi per orang di bumi adalah 2,2 gha, artinya secara rata-rata penduduk bumi mengalami defisit 0,4 gha.
Sebagai gambaran, jejak ekologis bumi mencapai nilai 1,4 pada tahun 2006. Dengan kata lain, manusia menggunakan 1,4 kali lebih cepat jasa ekologi yang dapat perbaharui bumi.
Jejak ekologis penduduk dunia telah melampaui kemampuan planet Bumi memperbaiki diri secara alami (biokapasitas) sebesar 50 persen. Artinya dibutuhkan 1.5 tahun bagi bumi untuk memproduksi sumberdaya yang dikonsumsi oleh manusia dalam 1 tahun.
Pada akhir survey, Jejak Ekologi dapat dikategorikan dalam penilaian Karbon, Pangan,Perumahan, dan Barang-Jasa serta jumlah total Jejak Ekologi yang diperlukan untuk mempertahankan populasi suatu wilayah pada suatu tingkat konsumsi. Pendekatan ini juga dapatditerapkan dalam berbagai kegiatan seperti aktivitas produksi atau konsumsi energi kendaraan.
Penyebab utama persoalan yang dihadapi manusia dan mengakibatkan kekhawatiran adalah terlampau tingginya pengurasan sumber daya alam, tingginya kebutuhan dan gaya hidup, serta pelepasan gas-gas rumah kaca, termasuk di antaranya karbon dioksida (CO2), diiringi dengan lajunya pertumbuhan penduduk dunia yang semakin masif, yang menghendaki pengurasan terhadap sumber daya alam yang lebih tinggi lagi.

1.2 Tujuan
1.      Untuk mengetahui jejak ekologi Pribadi ?
2.      Untuk mengetahui kita hubungan antara jejak ekologis dengan tingkat kemakuran penduudk disuatu wilayah ?













BAB II
PEMBAHASAN


Ecological Footprint adalah alat bantu untuk dapat kita pergunakan dalam mengukur penggunaan sumberdaya dan kemampuan menampung limbah dari populasi manusia dihubungkan dengan kemampuan lahan, biasanya dinyatakan dalam hektar.
Ecological Footprint dapat digunakan sebagai ukuran prestasi kita dalam mendukung keberlanjutan bumi ini, dan menjadi indikator terbaik dan efisien dalam mendukung keberlanjutan kehidupan. Alat ukur ini menjadi penting dalam konteks untuk mengetahui apakah kegiatan konsumsi yang kita lakukan masih dalam batas daya dukung lingkungan ataukah sudah melewatinya, dengan kata lain masih dalam surplus ataukah sudah dalam defisit (penurunan kualitas) ekologi.
Berdasarkan laporan WWF, jejak ekologis di Indonesia rata-rata diperkirakan sekitar 1,2 gha. Deputi Direktur Konservasi WWF Indonesia, Budi Wardhana, mengatakan bahwa populasi penduduk mempengaruhi jejak ekologis di Indonesia. Pada tahun 2004 ekonomi Indonesia secara perlahan mulai pulih dari goncangan krisis global meski masih rentan dengan kondisi politik, sosial maupun keamanan pertahanan. Sedangkan dari sektor pertumbuhan karbon, Indonesia terus meningkat dan kini menempati peringkat kedua di bawah China.
Ecological Footprint secara sederhana dapat ditentukan dengan menelusuri berapa besarnya konsumsi sumberdaya alam (baik berupa produk ataupun jasa), serta sampah yang kita produksi dan disetarakan dengan area permukaan bumi yang produktif secara biologis dalam satuan luasan hektar (ha).


Jejak Ekologis Pribadi

Menghitung Seberapa Besar Jejak Ekologiku


A.  Transportasi
Dengan apa anda bepergian hari ini?
a) Berjalan…..0
b) Bersepeda…..5
c) Dengan Angkutan Umum….2 x 10
d) Menumpang.....15
e) Kendaraan Pribadi …. 30
Nilaiku 20
Sub-Total : 20
B.  Penggunaan Air
Seberapa banyak air yang digunakan?
a)  Tidak mandi….0
b)  Mandi, 1-2 menit. ….5
c)  Mandi, 3-6 menit.….10       
d)  Mandi, 10 min ….2 x  20
e)  Mandi dengan air satu bath tub penuh….20
f)  Mandi dengan air setengah bath tub….10
g)  Mandi dengan air bekas orang lain….10
h)  Menggosok gigi dengan air kran tetap mengucur….5
i)  Mencukur kumis/jenggot dengan air kran tetap mengucur….5
Nilaiku 20
Sub-Total : 40




C.  Berpakaian
1.  Saya menggunakan pakaian lebih dari sekali sebelum di cuci?
a)  Sering….0
b)  Kadang-kadang…. 5
c)  Tidak pernah….10
2.  Saya menggunakan pakaian bekas (yg diperbaiki)
a)  Iya….(-5)         
b) Tidak….0
3.  Saya memperbaiki baju saya sendiri?
a)  Iya….(-5)         
b) Tidak….0
4.  50% dari baju saya adalah baju turunan?
a)  Iya….(-5)         
b) Tidak….0         
5.  Saya membersihkan dan mengeringkan baju?
a)  None….0          
b)  1-5 lembar….10          
c)  Lebih dari 6 lembar….20
Nilaiku 5 + 10
Sub-total: ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­15

D.  Rekreasi
1.  Seberapa banyak peralatan yg diperlukan ?
a)  tidak ada atau sedikit….0  
b)  beberapa….10    
c)  cukup banyak….20
2. Seberapa luas lahan yg dibutuhkan untuk rekreasi anda?
a) tidak ada atau sedikit….0  
b) sedang (<1 hektar)  10  
c) cukup besar (>hektar)…20
3.  Saya menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
a) Tidak ada….0   
b) $5…5   
c) $10…10  
c) $10+…1 pt. per dollar
Nilaiku 10 + 10
Sub-Total: 20

E.  Makanan
1.  Berapa porsi daging yang dimakan sehari?
a) 0….0  
b) 1 porsi…10 
c) 2 porsi….20  
d) 3 porsi….30
2.  Seberapa banyak makan bersisa di piring?
a) tidak ada…0   
b) sedikit….5   
c) cukup banyak….10
3.  Saya mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
a)  ya….0              
b)  tidak….10
4.  Makanan yang saya makan adalah makanan lokal?
a)  semuanya….0               
b)  beberapa... 10      
c) tidak ada….20
5.  Makanan yang saya makan adalah produk organik?
a)  semuanya….0                 
b)  beberapa.. 10    
c)  tidak ada….20
6.  Makanan yg dikonsumsi dibungkus plastik/kertas?
a)  Tidak….0           
b) beberapa…. 10               
c) Semuanya….20
Nilaiku 5 + 10 + 10
Sub-Total : 25

F.  Sampah
1.  Seberapa besar penampungan sampahnya?
a)  peti kayu….30
b)  kotak sepatu…. 20
c)  secangkir….5
d)  tidak ada sampah….0
Nilaiku 20
Sub-Total : ­­­­­­­­­­­­­­­20

Adapun total sub nilaiku untuk A-F (Total 1) = 140

G.   Ruang Tinggal
       Luas rumah : jumlah penghuni = 120 : 4 = 30
Nilaiku untuk Total 2 = 30
Total 2 = 30

TOTAL KESELURUHAN= (Total 1 + Total 2)  X  3
 ( 140+30)  x  3 =  170 x  3  =    510
Total keseluruhan dibagi 100 = jejak ekologis anda dalam satuan hektar
JADI JEJAK EKOLOGIS PRIBADI  =  5,1 HEKTAR



BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
     Ketika tak ada lagi air bersih, ikan di sungai, padi di sawah, hingga tak ada lagi buah-buahan di pepohonan, mungkin baru akan menyadarkan penghuni bumi saat ini untuk tidak berbuat yang merugikan bagi alam. Bahkan pelayan publik (pemerintah) mungkin belum juga akan tersadarkan, hingga tidak ada lagi rakyat yang akan dilayaninya karena kelaparan, keracunan dan bencana ekologi.
Bila tidak dilakukan upaya perbaikan dalam memanfaatkan aset alam saat ini, maka bisa jadi penghancuran kehidupan akan terjadi lebih cepat dari yang terbayangkan. Perlombaan untuk bertahan hidup akan terjadi. Persengketaan antar bukan lagi masalah kebanggaan semata, namun hanya demi memperebutkan setetes air bersih untuk diminum, sebutir beras untuk ditanak ataupun demi selembar tissue untuk menyeka keringat.
3.2 Saran
     Perlu adanya perbaikan Etika kehidupan yang harus kembali dikedepankan dalam ruang bijak terhadap alam, agar alam mampu menyediakan kebutuhan seluruh manusia, Juga bagi alam agar mampu terus beregenerasi dengan lebih baik.

1 komentar:

  1. tolong perhatikan sistematika penulisan dan kaitkan tentang jejak ekologi dengan kepercayaan (agama) anda.

    BalasHapus